Alhamdulillah, Sabtu 5 Februari 2011 kemarin Seminar Kewirausahaan Islami yang digagas dan diawaki Bidang Sosial-Ekonomi FUI Al ‘Izzah digelar dengan sukses.

Diramaikan hampir 50 orang peserta (tepatnya 47 orang), seminar menghadirkan pembicara tunggal : Ari Wibowo (owner RestDoor dan beberapa wirausaha lainnya). Di bawah kepanitiaan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1432 H KORPRI, Bidang Sosial-Ekonomi menampilkan nuansa lain dalam kegiatan FUI di awal tahun ini. “Membangkitkan Motivasi Berbisnis”, sasaran yang hendak dicapai tampaknya bukan hal mustahil terbukti dari keseriusan panitia dalam mempersiapkan seminar dan antusiasme peserta yang mengikuti kegiatan ini. Dukungan sponsor yang sebelumnya sangat minim ketika FUI melaksanakan berbagai kegiatan ternyata tidak terjadi untuk kegiatan ini dan jelas ini adalah pengalaman berharga.

Ari Wibowo secara lugas dan santai menyampaikan pengalamannya sebelum, ketika memulai dan selama mengelola wirausahanya. Mulai dari bisnis roti, jaket semasa kuliah, warung makan bernuansa lain dan bimbingan belajar (bimbel) berorientasi pada masyarakat menengah ke bawah yang sudah membuahkan keuntungan ratusan juta hingga bisnis konveksi yang baru mulai dirintisnya. Kesemuannya dipadu dengan video-video profil, cuplikan film motivasi serta tips & trik (ilmu berbisnis) yang diperolehnya dari berbagai sumber termasuk dari pengalamannya pribadi. Begitu menarik hingga 1,5 jam berlalu tanpa terasa. Sesi tanya jawab pun menjadi terasa sangat sempit karena peserta seperti haus untuk menggali sebanyak-banyak ilmu dari pembicara.

Materi yang disampaikan dan sesi tanya jawab lengkap semoga sudah direkam oleh panitia, sehingga nantinya bisa kami tampilkan di sini sebagai media sharing untuk seluruh anggota khususnya dan saudara-saudari semua. Berikut galeri foto dokumentasi selama acara berlangsung lengkap dengan foto bareng peserta seminar tersebut.

Pada seminar ini diberikan door prize berupa kaos Distro Muslim, juz -‘amma dan mushaf Qur-anKu, dan modem eksternal CDMA. Selamat untuk yang beruntung. Semoga follow up seminar ini dapat terwujud dalam waktu dekat sehingga semangat yang sudah tumbuh dapat terus berkembang dan direalisasikan dengan wirausaha nyata. Kita tunggu gebrakan FUI Al ‘Izzah selanjutnya.

Jakarta, 7 Februari 2011

Diliput oleh : Tim Sekretariat FUI Al ‘Izzah

Iklan

Kegiatan ini sebenarnya adalah program Bidang Sosial dan Ekonomi FUI Al ‘Izzah namun karena fleksibilitas (situasi kondisi) akhirnya bekerjasama dengan Bidang Rohis KORPRI Lemsaneg. Semoga kita bisa mengambil manfaat sebesar-besarnya dari kegiatan ini. Mohon kehadirannya, sebagai dukungan terhadap program FUI Al ‘Izzah khususnya dan dakwah umumnya.

Untuk informasi kegiatan, silakan hubungi : Adang Rochyat, Abdul Ghofur, Fetty Amelia

Oleh : Adang Rochiyat (Kabid Sosial dan Ekonomi FUI Al ‘Izzah)

Internet saat ini sudah menjadi kebutuhan sehari-hari semua orang. Saat ini internet tidak hanya digunakan untuk mencari informasi untuk kepentingan pribadi, akan tetapi juga sudah digunakan untuk kepentingan dinas perkantoran baik instansi pemerintah maupun swasta.

Aplikasi seperti email, chatting dan browsing website sudah menjadi aktifitas sehari-hari. Belum lagi ditambah dengan sedang trend-nya penggunaan Facebook membuat aktifitas penggunaan internet semakin tinggi.

Jumlah pengguna internet semakin meningkat dengan mulai banyaknya telepon genggam yang mampu untuk menjalankan aplikasi internet di telepon genggam tersebut. Sehingga sekarang sudah menjadi kewajaran bahwa saat ini banyak orang yang melakukan aktivitas browsing, email dan chatting melalui telepon genggam mereka.

(lebih…)

oleh: Ustadz KH. Rahmat Abdullah (Alm)

Banyak orang merasa telah beramal, tetapi tak ada buah apapun yang ia petik dari amalnya, baik itu perubahan sifat, kelembutan hati ataupun kearifan budi dan keterampilan beramal. Bahkan tak sedikit di antara mereka beramal jahat tetapi mengira beramal baik. Karenanya Al-Quran selalu mengaitkan amal dengan kesalihan, jadilah amal shalih. kata shalih tidak sekedar bermakna baik, karena untuk makna ini sudah tersedia istilah-istilah khusus, seperti hasan, khair, ma’ruf, birr (kebaikan) dan lain-lain. Sedangkan shalih adalah suatu pengertian tentang harmoni dan tanasuqnya (keserasian) suatu amal dengan sasaran, tuntunan, tuntutan dan daya dukun. Amal disebut shalih bila pelakunya selalu mengisi ruang dan waktu yang seharusnya diisi.

Seorang pendusta atau pengingkar agama tidak selalu mengambil bentuk penghujat arogan terhadap agama itu. Ia dapat tampil sebagai dermawan atau bahkan pelaku shalat yang khusyu. Namun pada saat yang bersamaan Allah menyebutnya pendusta agama, karena ia menghardik si yatim dan tak menganjurkan orang untuk memberi makan si miskin (QS. 107: 203). Allah telah mengajarkan kita bagaimana bersikap benar, bahkan kepada tetangga yang Yahudi atau Nasrani. Da’wah adalah kerja yang amat mulia, karenanya harus dilakukan dengan memenuhi dua syarat utama, yaitu al-ikhlas was shawab.

  1. Ikhlas karena dilakukan semata-mata untuk dan karena Allah. Shawab (benar) karena dilakukan berlandaskan sunnah RasuluLLAH, SAW. Mungkin seseorang menampakkan diri berda’wah ke jalan Allah, tetapi ia telah berda’wah di jalan dirinya, demikian catatan dan komentar Syaikh Muhammad bin Abd. Wahhab dalam Kitabut Tauhid dan Alallamah Abdullah bin Alawi Alhaddad dalam Adda’watut Taammah atas Qs. 12:108.
  2. Betapa banyak amal menjadi berlipat ganda nilainya oleh niat yang baik dan itu tak akan terjadi bila pelakunya tak punya ilmu tentang hal tersebut. Dan demikian pula sebaliknya.Barangsiapa yang beramal tanpa melandasinya dengan ilmu, maka bahayanya akan lebih banyak daripada manfaatnya, sebagaimana amal tanpa niat jadinya anaa (kelelahan) dan niat tanpa ikhlas jadinya habaa (debu, kesia-siaan) dan ikhlas tanpa tahqiq (realisasi) jadinya ghutsaa (buih).

Kita tak punya kekuatan apapun untuk melarang orang bekerja dalam lingkup Amal Islami, bahkan mereka yang menjalaninya dengan cara yang kita nilai merugikan perjuangan. Ya, pada saatnya kita mendapat penyikapan salah dari masyarakat sebagai reaksi salah yang dilakukan para aktifis Amal Islami. Qadhiyah (problema) kaum Khawarij dan berbagai gerakan lainnya menunjukkan fenomena para pengamal, dari yang ikhlas minus fiqh, sampai yang oportunis dan pemanfaat jargon.

(lebih…)

Diposting melalui milist FUI oleh : Zeni Setiawan (Anggota FUI Al Izzah)

Malam ini, seperti malam senin sebelum – sebelumnya terasa sunyi dan senyap meskipun saat ini aku tidak sedang berada di hutan melainkan ditengah – tengah komplek perumahan yang cukup padat penghuninya. Aktivitas bersama keluarga di hari libur sabtu dan minggu sepertinya terasa sangat melelahkan sehingga perlu diluangkan waktu khusus untuk memulihkan stamina sehingga dapat kembali beraktivitas rutin di keesokan paginya.

Tak hanya sepi, suasana gerah pun mulai kurasakan, mungkin malam ini juga akan turun hujan – demikian ramalanku sesaat setelah kutengok langit yang gelap pekat tanpa gemintang di depan rumah. Dan rupanya aku tak sendirian, Pak Zami tetangga sebelahku telah terlebih dahulu `cari angin’ dan `cakrukan’ di bangku panjang depan rumahnya. Diawali dengan obrolan tentang perasaan `senasib dan sepenanggungan’ di malam ini, kami pun akhirnya terlibat dalam pembicaraan panjang `ngalor – ngidul’.

Dalam kesempatan tersebut, ketika mendapat giliran bicara seringkali dia bercerita dengan berapi – api karena rasanya bangga tentang project di kantornya. Semua itu dikarenakan pada akhir 2011 mendatang dua buah satelit buatan `aseli’ teknisi Indonesia yaitu satelit LAPAN A2 dan LAPAN ORARI diharapkan telah siap untuk diluncurkan. Seperti yang dikatakannya berulang – ulang, “Tak sia – sia negara telah membiayai kami ke Jerman pada tahun 2006, untuk menimba ilmu di Technische Universitaät Berlin (Technical University of Berlin).”

Dalam penjelasan Pak Zami berikutnya dengan bahasa teknis yang aku pun harus meraba – raba untuk memahami apa maksud dari perkataannya itu, kira – kira dapat disarikan bahwa ketika di Jerman mereka pun telah belajar merakit satelit sendiri dengan supervisi dari teknisi Jerman, satelit yang dirakit tersebut kemudian diberi nama LAPAN TUB-SAT dan telah diluncurkan di India pada 10 Januari 2007.

(lebih…)

Diposting melalui milist FUI oleh : Eko Ariefianto (Koordinator RISKI)

ISLAMEDIA adalah media informasi Islam yang memberitakan kabar dakwah dalam lingkup dalam negeri maupun dunia Islam. Rubrik yang kami sajikan antara lain: BERITA, DAKWAH, USTADZ, SYARIAH, THULABIY, PALESTINA, SIROH, HIKMAH, OPINI, SENI, CATATAN REDAKSI.
 
Kelahiran ISLAMEDIA sebagai jawaban akan kondisi media Islam online yang sangat memprihatinkan. Adapun keprihatinan yang menggejala antara lain sebagai berikut:
Media Islam bukan lagi sebagai sumber rujukan yang memberi maslahat, namun lebih mengedepankan rasa kebencian terhadap berbagai pihak yang bersebrangan dengan redaksi.
Media Islam hanya sebagai sarana mencari rizqi dengan Iklan dibanding nilai dakwah yang terkandung di dalamnya
Media Islam lebih terlihat sebagai sarana pemecah belah keharmonisan umat, dibanding sebagai sarana perekat ukhuwah.
Media Islam lebih terlihat sebagai sarana penyebaran fitnah, dibanding pemberi kabar berita kebenaran yang menenangkan Umat.
Alhamdulillah atas izin Alloh sudah dilaunching Islamedia per 12 Oktober 2010.
 

Silahkan dilihat di : http://eramuslim.co.nr/ atau http://islamedia.co.nr

Ingatanku mengembara nun jauh ke masa lalu ….

Deretan panjang huruf-huruf yang beraturan namun sekilas terlihat tak memiliki makna, semakin lama membuatku pusing. Huuh ….., suara bising dari alat kecil yang mengeluarkan huruf itu, ditimpali lenguhan nafas jiwa-jiwa baru berbalut raga dan baju hitam putih yang berderet teratur di bangku, beradu dan menyatu dalam ruangan sempit bagai akuarium, semakin membuatku pening.

Suara bising ini, mengingatkanku pada saat pertama kali bersentuhan dengan dunia baruku ini. Dentang suara meradang, denting suara melengking, entah apa yang merasuk ke dalam jiwa dan raga orang-orang yang baru aku lihat itu. Mereka begitu menikmati suara bising ini, tertawa terbahak, berteriak dan melempar serta memukul benda apa saja yang ada yang ada didekatnya.

Kemudian jiwa ini terpelanting pada kebanggaan baru, identitas baru, seakan tiada aku yang dulu. Bertahun jiwa terjebak dihadapan kertas kotak-kotak. Melambung pada dunia baru, serasa manusia pilihan, serasa tak seorangpun berhak tahu, siapa aku.

Dan kembali jiwa itu tertumpu pada kebanggaan semu. Pada deretan huruf permainan “scrabble” dan angka-angka permainan strategi kartu. Game strategi yang mengasah otak dan membuang waktu. Menyerang di kala luang, memaksa dikala terdesak. Hingga jiwa ini membangga kala bisa, terjebak penasaran tatkala tak bisa. Seakan tak ada pilihan, seakan mati rasa, seakan sekeliling tiada siapa-siapa. Bersorak, tertawa, berpaling tak peduli, seakan telah hilang lapar, dahaga dan kelelahan yang mendera jiwa.

Padahal terkadang, jiwa ini tertekan, menahan gejolak dan tak ingin terperangkap. Tapi kepak sayap ini terasa begitu sempit, dari waktu ke waktu semakin menghimpit. Ruang itu begitu serasa berbatas, terjebak dalam lorong berjudul “daerah terbatas”. Tapi tak menghalangi jiwa ini mengembara, dalam hampa. Tak menghalangi gelegak jiwa yang tak ingin terjebak. Jiwa ini menyisakan harap. Lapar ini belum terpuaskan, dahaga ini belum tertunaikan, kelelahan ini belum terbayarkan.

(lebih…)